Dilihat dari konteksnya seperti terkesan mudah, menguntungkan, ngak perlu repot. Ini yang justru salah mengerti bagi yang memahami sekilas, mengapa tidak ditambahkan saja beli rumah tanpa uang, tanpa usaha, tanpa negosiasi, tanpa kerja keras. Padahal untuk mendapatkan kriteria rumah yang dimaksud sulitnya minta ampun, contoh : rumah strategis di lampu merah yang bisa disewakan untuk billboard atau papan reklame sudah sangat langka. Jika masyarakat kita biasa disuguhi dengan cara yang menggampangkan, instan, seperti ini dikhawatirkan akan menjadi bangsa yang pemalas, seolah semuanya dapat dilakukan dengan mudah.
Jika beli rumah dengan mematahkan uang muka, angsuran, hutang, mungkin ada tapi hal ini sudah menjadi hal yang sangat kecil kemungkinannya. Yang paling realistis adalah anda membeli rumah dengan harga di bawah pasar dan anda pinjam uang di bank. Ini yang paling mungkin, jadi jangan sampai anda dininabobokan dengan beli rumah tanpa uang, tanpa usaha, tanpa negosiasi. Kasihan masyarakat kita dengan suguhan informasi yang kurang tepat, bahkan sampai percaya dengan mengesampingkan akal sehat. Semua harus bisa dipertanggungjawabkan secara akal dan kejujuran, jadi beli rumah tanpa uang itu tidak ada, yang ada beli rumah dengan cicilan atau kontan semua dengan uang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar