Tidak mudah memang untuk mewujudkan rumah murah untuk rakyat, salah satu alasannya harga tanah yang semakin mahal di mana-mana. Jangan sampai harga yang murah mengakibatkan pengembang membangun rumah dengan kualitas yang sangat rendah. Ini menjadi persoalan tersendiri masyarakat disuruh untuk beli barang yang memang tak bagus. Dengan bunga subsidi 7,25% per tahun memang menjadi daya tersendiri bagi konsumen untuk mengambil KPR. Jika melihat rentang harga yang ditawarkan berkisar antara 100-130 juta maka pengembang harus memilih lahan tanah yang harganya benar-benar masih murah.
Untuk beberapa wilayah program rumah murah untuk rakyat disangsikan apakah bisa berjalan atau tidak, suatu misal kawasan Bekasi harga tanah yang semakin melambung membuat rentang harga rumah murah yang ditawarkan menjadi tidak masuk hitungan. Bisa saja dilakukan namun pengembang memperoleh keuntungan yang sangat kecil, mungkin margin keuntungannya dibawah 20% sehingga dengan margin seperti itu jika dihitung secara bisnis menjadi tidak feasibel.

